Didominasi Pria 18-30 Tahun, Investor Pasar Modal Sumut Capai 245.955 Orang

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Apr 2024 10:35 0 23 redaksi2

MEDAN-Kepala Perwakilan BEI Sumatera Utara, M Pintor Nasution mengatakan, jumlah investor saham setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Sumut, jumlah total Single Investor Identification (SID) atau investor saham di Sumatera Utara capai 245.955 orang hingga Desember 2023.

“Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 37.755 orang jika dibandingkan dengan total SID Desember 2022 yaitu 208.200 orang,” kata Pintor Nasution, Kamis (4/4/2024).

Demikian pula jika dibanding  2021 dan 2022 pada bulan yang sama mengalami peningkatan.

Menurut Pintor, angka itu hanya investor saham saja, belum termasuk investor reksadana, obligasi, ETF, warrant, futures dan lainnya.

Jika digabungkan, katanya jumlahnya mencapai sekira 600.000 investor

Dijelaskannya, pada periode tersebut total aset saham yang dimiliki investor pasar modal dari Sumut merujuk data 2023 sebesar Rp24,8 triliun dan non saham sebesar Rp6,2 triliun dengan jumlah investor terbesar dari Medan, Deliserdang dan Binjai.

Dari jumlah tersebut, dari kelompok gender dan umur, investor laki-laki masih mendominasi dan berusia milenial 18-30 tahun.

Diakuinya, saat ini investor muda dengan jumlah pekerjaan paling banyak adalah karyawan swasta.

Meningkatnya jumlah investor saham di Sumut, kata Pintor seiring sosialisasi yang dilakukan BEI, literasi keuangan efektif serta sadarnya masyarakat usia muda untuk melakukan manajemen keuangan.

Bahkan BEI Sumatera Utara pada 2024 ini merencanakan menambah tiga galeri investasi di sejumlah perguruan tinggi di antaranya STIE Sultan Agung Pematang Siantar, Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) dan Battuta di Jalan Sekip Medan dan saat ini semuanya lagi proses.

Selain itu juga akan buat Galeri Investasi Emiten di perusahaan berbentuk digital dengan bentuk kerja sama.

“Total galeri di Sumut yang sudah berjalan sebanyak 22 galeri investasi di Medan dan luar kota,” pungkas Pintor. ( swisma).