Sabtu, 15 Jun 2024

156 Mahasiswa Fakultas Pendidikan Vokasi USM Indonesia Ikuti Capping Day

waktu baca 3 menit
Sabtu, 4 Mei 2024 09:22 0 16 redaksi2

MEDAN-Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia gelar capping day dan pengukuhan bagi 156 mahasiswa /mahasiswi fakultas pendidikan vokasi tahun akademik 2023/2024 di Ign Washington Purba Hall, Jumat (3/5/2024).

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Ign Washington Purba Hal tu para mahasiswa dan mahasiswi USM Indonesia semester II ini dipasangkan cap dan disematkan bunga.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Sumut Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM dan Ketua Yayasan USM Indonesia Dr Parlindungan Purba MM beserta keluarga mahasiswa.

Dalam capping dan pengukuhan mahasiswa vokasi USM Indonesia dikemukakan sejarah tokoh kesehatan dunia Florence Nightingale, sang pelopor keperawatan kelahiran kota Florence, Italia pada 12 Mei 1820.

Pada malam hari, Florence selalu datang melihat pasiennya, dan berjalan di tengah bangsal yang sunyi untuk memeriksa pasien dengan membawa lampu, sehingga ia dijuluki The Lady with The Lamp, atau wanita pembawa lampu.

Perjuangan Florence Nightingale itu menjadi inspirasi dari semangat bagi Bidan Sauria Sitanggang sebagai tokoh kesehatan Sumut yang juga Pendiri USM Indonesia Bidan Sauria Sitanggang.

Perempuan kelahiran Samosir, 20 Juli 1938 ini menorehkan sejarah dengan karya dan perjuangannya menghasilkan banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

Bermodalkan kemampuan dan ijazah bidan yang dimiliki, Sauria Sitanggang bersama suami tercinta Drs Washington Purba berhasil memelopori pelayanan kesehatan, serta pendidikan kesehatan di Yayasan Sari Mutiara Medan.

Dia mendirikan klinik kecil yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, keturunan.

Seiring dengan itu berlanjut menjadi Akademi Keperawatan (Akper) Sari Mutiara, Akademi Analis Kesehatan (AAK) Sari Mutiara, Akademi Gizi (Akzi) Sari Mutiara, Akademi Kesehatan Lingkungan (AKL) Sari Mutiara dan Akademi Analisa Farmasi dan Makanan (Akafarma).

Kemudian menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mutiara Indonesia dan kini menjadi USM Indonesia.

Ketua ABPPTSI Sumut Prof Dr H Bahdin Nur Tanjung MM mengapresiasi peran penting dan kerja keras dari yayasan, rektor, dekan dan ketua program studi USM Indonesia untuk pengembangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

Bahdin mengemukakan lulusan dari pendidikan vokasi kesehatan di USM Indonesia sangat dibutuhkan sehingga diharapkan setelah tamat kuliah dapat segera bekerja.

Disebutkannya, Capping day dan pengukuhan dilakukan bagi para mahasiswa yang memenuhi kriteria akademik, etika dan berbagai penilaian lainnya.

Mahasiswa pendidikan vokasi USM Indonesia, kata Bahdin kini sudah dapat memulai suasana baru pada lingkungan masyarakat kesehatan Indonesia.

Secara khusus, Bahdin menyampaikan terima kasih karena orangtua memberikan kesempatan pada anak-anaknya menjadi mahasiswa di USM Indonesia yang telah mengelola perguruan tinggi dengan baik menjadi kampus percontohan di tingkat nasional.

“Di kampus ini lengkap, ada diploma, sarjana hingga program studi magister. Ke depan, akan ada program doktoral. ‘Kami bangga dengan USM Indonesia dan sangat mendukung pengembangan kampus untuk memberikan yang terbaik pada putera/puteri Indonesia,” katanya.

Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr Parlindungan Purba MM mengatakan alumni pendidikan vokasi USM Indonesia banyak diminati karena banyak lapangan pekerjaan yang tersedia.

Lapangan pekerjaan itu di antaranya di rumah sakit, laboratorium kesehatan, klinik kesehatan, distributor alat-alat kesehatan, pabrik obat dan apotik.

Dr Parlindungan Purba MM meminta peserta capping day dan pengukuhan untuk terus mempersiapkan diri dengan baik selama menjadi mahasiswa di USM Indonesia

Dekan Fakultas Pendidikan Vokasi USM Indonesia Elsarika Damanik MKes PhD mengemukakan, peserta capping day dan pengukuhan terdiri 20 orang dari D3 Keperawatan, 15 orang dari D3 Kebidanan.

Kemudian 13 orang dari D3 Analisa Farmasi dan Makanan, 66 orang dari D3 Teknologi Laboratorium Medis dan 42 orang D3 Teknologi Elektro Medis.

Dekan juga meminta mahasiswa untuk dapat meraih prestasi selama kuliah di USM Indonesia hingga tamat dalam lima semester ke depan.

Dia berharap mahasiswa ‘tetap belajar dengan baik agarĀ  berkompeten dan menjadi petugas kesehatan yang terampil,. ( swisma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *