Milad ke 67,  UMSU Raih Rekor MURI Orasi Ilmiah Dosen Terbanyak

waktu baca 2 menit
Selasa, 27 Feb 2024 20:47 0 25 redaksi2

MEDAN -Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) raih Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) orasi ilmiah dosen terbanyak dari satu universitas, Selasa (27/2/2024).

Pemecahan rekor ini merupakan rangkaian milad ke-67 UMSU
yang digelar di Auditorium kampus tersebut Jalan Kapten Muchtar Basri Medan.

Orasi ilmiah 100 dosen dari 44 bidang disiplin ilmu UMSU ini sebagai pemecahan rekor yang ketiga kalinya.

Sebelumnya, penghargaan rekor MURI pengamatan gerhana matahari cincin pada 26 Desember 2019 dan pembuatan pantun terbanyak pada 2022.

Sertifikat MURI diberikan
perwakilan Tim MURI, Triyono, SPt kepada Rektor UMSU, Prof Dr Agussani MAP.

Triyono mengapresiasi penyajian orasi ilmiah para dosen UMSU ini, karena apa yang disampaikan  para akademisi UMSU sangat menarik dengan topik- topik aktual yang bisa menambah wawasan dan pengetahuan.

“Luar biasa, materi orasi ilmiah  disajikan sangat beragam dengan materi yang aktual,” kata Triyono.

Menurutnya, UMSU berhak meraih rekor MURI  karena yang disajikan dalam orasi ilmiah berangkat dari topik-topik aktual. Selain itu dilihat dari kemanfaatannya  menjadi simulasi mahasiswa.

“Semoga penyajian orasi ilmiah ini menjadi pembelajaran bagi kita dalam menyebarkan informasi, akurat, faktual dan integritas sangat diperlukan,” kata Triyono.

Perwakilan MURI tersebut juga memberikan saran untuk ke depannya UMSU dapat melakukan orasi ilmiah dalam beberapa bahasa agar berkontribusi untuk dunia.

Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani MAP mengucapkan syukur atas diraihnya penghargaan dari MURI di milad ke-67 UMSU.

Menurutnya UMSU sangat bersyukur karena dari orasi ilmiah disiplin ilmu dan dapat menjadi refrensi di dunia pendidikan.

“Inilah hal yang berbeda dari milad sebelumnya sebagai potret UMSU di dunia pendidikan,” kata Prof Agussani.

Prof. Agussani mengucapakan terima kasih kepada panitia dan dosen yang mensukseskan orasi ilmiah.

Dia berharap kegiatan ini dapat menjawab tantangan dan menjadi contoh di dunia pendidikan. ( swisma)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *