Selasa, 16 Apr 2024

Pria Berjengkot Pake Lobe Jadi Tersangka, Misteri Mayat Wanita Dalam Karung Goni Tanpa Busana

waktu baca 5 menit
Jumat, 25 Nov 2022 23:02 0 9 redaksi2

MEDAN – Seorang pria berjengkot mengenakan lobe bernama R Harahap (72) warga Jalan Pendidikan Pasar XI Perum Griya Angsana VIII Desa Bandar Kalifah Kecamatan Percut Sei Tuan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan mayat wanita dalam karung goni tanpa busana.

“Pria berjengkot mengenakan lobe  bernama R Harahap ini tetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus pembunuhan terhadap seorang wanita yang mayatnya terbungkus dalam karung goni tanpa busana yang di temukan warga pinggir sungai Amplas Jalan Panglima Denai Gang Kerang/speksi, Kelurahan Amplas Kecamatan Medan Amplas,Kota Medan,” kata sumber di kepolisian, membenarkan saat ditanya Jumat (25/11/2022) sore.

Sementara informasi dihimpun  dari beberapa sumber di Polsek Patumbak juga mengatakan, tersangka Risman Harahap ditangkap Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Patumbak  di Pasar X setelah setelah selasai Sholat Is’syah di Mesjid At Tauwabuh Jalan Puskesmas Selasi Tembung  Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Rabu (23/11/ 2022) malam.

Selai  itu, sumber juga mengatakan, polisi menetapkan pria berjengkot mengenakan lobe  bernama Risman Harahap sebagai tersangka berdasar dua alat bukti yang dikantongi.

“Sudah ditetapkan sebagai tersangka, Risman Harahap  juga telah mengakui perbuatannya,dan kini telah dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Polisi Polrestabes Medan,” kata Kata Sumber.

Sementara saat ditanya hasil visum, apakah tersangaka, sebelum melakulan pembunuhan ada memperkosa korban. Menjawab hal itu sumber mengatakan kalau hasli visum belum keluar. “Hasil visum belum keluar, pastinya Risman Harahap saat ini telah ditetapkan sebagai tersangaka,”pungkas sumber.

Informasi lain juga dihimpun dari beberapa sumber mengatakan, tersangka saat dilakukan penangkapan sempat memberontak, dengan mengatakan aku Wrt Senior, kok suka-suka kalian aja menangkap ku.

Namun Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Patumbak tidak memperdulikannya, tetap membawa  tersangaka. Yang mana sebelum dilakukan penangkapan Tekab Polsek Patumbak sempat juga Sholat bersama tersangka di Mesjid.

Bahkan tersangka saat dilakukan pemeriksaan sementara oleh Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Polsek Patumbak sempat berkilah tidak mengakui perbuatannya..

Namun anehnya saat diajak mengambil pakaian korban, tersangka tidak menolak. ” Sekarang kita mau mengambil baju perempuan yang bapak bonceng itu ya,”tanya Tekab Polsek Patumbak. “Ya ya.,”jawab tersangka, sembari menyebut kalau baju korban  kaos warna hijau.

“Bapak bonceng perempuan itu naik kereta  warna merah hitamkan,” tanya Tekab Polsek Patumbak lagi  tersangka tidak membantah dan mengakuinya.

Ditempat terpisah, informasi lain juga menyebutkan, sebelum korban bernama Syafitri (32) warga Jalan Medan Area Selatan Gang Akusdi Lingkungan III Kelurahan Sukaramai I Kecamatan Medan Area Kota Medan anak seorang wanita bernama Rumiana (55) tewas sempat di laporkan ke Polsek Medan Area.

Selain itu berdasarkan informasi lain juga diketahui, motif pembunuhan lantaran tersangaka sangat selera dengan tubuh korban, dan bahkan sebelum pristiwa tewasnya Syafitri tersangka sudah beberapa hari menggodanya di Jalan Mas tak jauh dari Plaza Yonglim.

“Ya karna korban ada gangguan jiwa, waktu tersangka mencoba merayu korban dengan uang, setelah berhasil korban lalu dibawa tersangka, hingga akhirnya korban ditemukan telah tewas dalam karung goni tanpa busana yang di temukan warga pinggir sungai Amplas Jalan Panglima Denai Gang Kerang/ pspeksi ,Kelurahan Amplas Kecamatan Medan Amplas,Kota Medan yang diduga korban pembunuhan,”ucap Sumber pada awak media ini.

Menurut sumber lagi, tersangka bisa jadi sebelum mempekosa korban terlebih dahulu memukul korban, hingga pingsan, lalu memperkosanya, namun mungkin korban tak bangun lagi, lalu tersangka bingung dan membuang mayat korban ke pinggir sungai dibawah pohon bambu.

“Pastinya, motifnya gara-gara, tersangka soar dan tergiur  dengan tubuh korban, kalau tidak gara-gara itu mana mungkin tersangka mau ngasi uang dan membawa korban Syahfitri,”kata sumber yang menduga motif pembunuhan itu.

Sebelumnya, mestri mayat wanita dalam karung goni tanpa busana yang di temukan warga pinggir sungai Amplas Jalan Panglima Denai Gang Kerang/speksi ,Kelurahan Amplas Kecamatan Medan Amplas,Kota Medan yang diduga korban pembunuhan akhir terungkap.

Korban adalah bernama Syafitri (32) warga Jalan Medan Area Selatan Gang Akusdi Lingkungan III Kelurahan Sukaramai I Kecamatan Medan Area Kota Medan anak seorang wanita bernama Rumiana (55).

Rumiana yang sudah lama hidup tanpa suami, tinggal dirumah sederhana dengan suara terbatah-batah menahan menahan tangis menceritakan, kalau anaknya itu yang sudah lama mempunyai kelainan jiwa, awalnya pada hari Senin (21/11/2022) pergi ke daerah Jalan Mas tempat di Plaza Yonglim.

“Waktu itu Syahpitri saya titipkan oleh salah seorang pria tua tak jauh dari Plaza Yonglim, namun saat saya kembali anak saya Syafitri sudah tidak ada lagi,”kata ibu korban Rumiana.

Namun ketika ditanyakan oleh pria tua itu, kalau anaknya Syahpitri dibawa oleh seorang pria tua berjenggot pake lobe mengendrai Sepeda Listrik Skuter.

“Saya coba mencarinya, namun tidak ketemu, dan akhirnya keesokkan harinya Selasa (22/11/2022) sore, saya diberitahu oleh tetangga kalau kalau anak saya Syafiri jadi korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan warga dibawah pohon bambu pinggir sungai Amplas,”sebut ibu malang itu.

Ia juga mengaku orang yang memberitahukan itu, melihat anaknya dari berita di Media Sosial. 

“Tetangga saya itu bilang coba kau lihat ke Rumah Sakit Bhayangkara, ternyata saat saya lihat benar itu anak saya.  Kalau yang terbaring kaku itu adalah anak saya Syafitri,”ucap Rumiana yang terlihat terpukul atas kematian anaknya itu.

Disebutkannya, kalau dirinya sudah pasrah, atas kepergian anaknya Syafitri, Walau pun anak saya itu ada kurang-kurang tapi dia anak baik, tidak pernah buat ulah, apa lagi mengganggu orang lain.

“Semoga orang yang membunuh  anak saya itu diberi hukuman yang setimpal, Itulah harapan saya kepada polisi,”bilang Rumiana dengan suara parau menahan tangis.

Hal yang sama juga diketakan beberapa orang tetangga korban, yang mengaku kalau Almarhum Syafitri anak anak baik.

“Kami warga Gang Akusdi ini,dari kecil sudah kenal bagaimana Syafitri ini, walau pun Syafitri itu ada kurang-kurangnya tapi dia anak baik, tidak pernah buat ulah, apa lagi mengganggu orang lain,”kata ibu-ibu tengga korban Syafitri.(esa)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *