Sabtu, 15 Jun 2024

Bobby Nasution Ingin IOF Sumut Jadi Trigger Volunteer Kebencanaan

waktu baca 2 menit
Senin, 23 Okt 2023 20:58 0 25 redaksi2

MEDAN – Pemakaian rompi dan penyematan wing secara simbolis yang dilakukan Wali Kota Medan Bobby Nasution, sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat Indonesia Offroad Federation (IOF) menjadi pertanda dilantiknya Pengurus Daerah (PD) IOF Sumut masa bakti 2022-2026 di Danau Toba Hotel, Jalan Imam Bonjol Medan, Minggu (22/10) malam.

Turut hadir dalam kegiatan, Forkopimda Sumut dan Kota Medan, pimpinan perangkat daerah terkait, serta pengurus IOF Sumut.

Usai melantik, Bobby Nasution dalam sambutannya menyampaikan harapan agar PD IOF Sumut dapat membuka komunikasi seluas-luasnya dengan seluruh stakeholder.

“Pertama, selamat kami ucapkan buat rekan-rekan pengurus yang baru dilantik. Pesan kami, kiranya, usai ini semua pihak dapat saling berkomunikasi dengan baik secara internal maupun eksternal. Karena, IOF tidak bisa berjalan sendiri, melainkan lewat ragam dukungan,” kata Bobby Nasution.

Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution juga menyampaikan harapannya agar kiranya IOF Sumut dapat menjadi trigger terbentuknya volunteer (sukarelawan) kebencanaan di setiap daerah. Tujuan dan harapannya, agar kehadiran IOF bisa menjadi dan membantu tugas pemerintah jika kemungkinan terjadi bencana.

“Dibuat semacam disaster rescue. Bahkan, kalau bisa, IOF Sumut jadi contoh buat daerah lain. Nah, para pengurus dan anggota bisa volunteer rescue nya, tapi benar-benar dibekali secara khusus. Jadi, kita bisa bantu pemerintah kalau misalnya terjadi bencana,” ungkapnya.

Dibentuknya volunteer kebencanaan tersebut, sambung Bobby, diharapkan dapat dilakukan di tahun depan. “Kita mengetahui kalau Sumut ini memiliki potensi alam, maka berbanding lurus dengan potensi kebencanaannya, ” imbuhnya.

Terakhir, Bobby Nasution mengungkapkan apabila volunteer kebencanaan IOF terbentuk, juga turut membantu para anggota saat sedang berada di lokasi offroad.

“Kita berada dalam hutan, maka perlu juga rasanya membekali diri dan organisasi dengan ketanggapan akan potensi bencana,” pungkasnya. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *